posted by sweetytea on Jun 2


Assalamu’alaikum
~
Jangan memuji kecantikan pelangi
Tapi pujilah Allah
Yang menciptakan Langit & Bumi

Jangan percaya
Dengan kata-kata bijakku
Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar

Jangan masukkan namaku di hatimu
Tapi masukkan nama Allah
Hingga hatimu tenang

Jangan sedih jika cintamu di dustakan
Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah kepada Allah
yg memiliki cinta yg kekal dan sejati

Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim
Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras
Hingga lupa akan rahmatMu

Ya Robb..Jadikan hambamu ini makluk yang pandai bersyukur

Dihari ini berikan berkah umur, rezeki dan kesehatan..

Agar aku bisa memberikan yang terbaik disisa umurku

Untuk orang-orang yang selalu kusayangi… Amin

posted by sweetytea on Des 29

Kepulangan ke rumah harus tertunda, ketika pimpinan kantor meminta seluruh tim rapat mendadak. Namun bukan pentingnya rapat ini yang ingin kuceritakan, bukan pula isi dan serunya rapat yang memakan waktu cukup lama hingga larut. Adalah sepuluh menit menjelang rapat dimulai, saat aku memesan semangkuk bakso kepada tukang bakso langganan di depan kantor. Sesaat menjelang rapat, perut ini terasa berdendang minta diisi. Makanan itulah yang menjadi pilihan, satu porsi pun terpesan.

Panggilan pun datang, rapat dimulai. Rapat dilanjutkan usai sholat Maghrib, dan terus berlangsung. Ada yang resah di bawah, ada yang bolak-balik masuk ruang kantor. Ianya hanya menemukan mangkuk kosong diatas meja kerjaku. Setiap lima menit kembali balik ke dalam kantor berharap orang yang tadi memesan bakso nya sudah ada di tempat. Ternyata yang ditunggu masih di atas, terlupa oleh riuh rendah suasana rapat yang bersemangat.

Waktu terus bertambah, hingga seorang teman yang baru saja dari lantai dasar berbisik, “Sudah bayar bakso belum?” astaghfirullah…

Tak menunggu rapat selesai, acung tangan langsung bergegas ke bawah. Terhenti nafas ini tak mendapatkan orang yang dicari; si tukang bakso. Melirik sedikit keatas meja, mangkuk kosongnya sudah tak ada. Mungkin ia pulang, tapi aku tak bisa berkata apa-apa sambil terus menggenggam uang lima ribuan di tangan.

Cuma lima ribu memang. Tapi ia sebegitu pentingnya untuk bolak-balik ke dalam kantor berharap aku akan membayarnya. Terbayang betapa berat langkah si tukang bakso mendorong gerobaknya. Berpikir ia tentang uang belanja yang dinanti sang isteri, resah hatinya tak membawa mainan yang dipesan anak tercintanya. Mungkin semua karena lima ribu yang belum ku bayarkan. Dan boleh jadi, lima ribu itulah keuntungan hasil jualannya setelah disisihkan untuk setoran.

Berat langkah si tukang bakso. Itu terus tergambar dalam benakku, sambil terus menggenggam uang lima ribuan dan sesekali melirik ke atas meja, terbayang sedihnya sang isteri lantaran suaminya tak membawa uang belanja untuk esok, “Mau makan apa besok, pak?” Terlintas tangisan si anak yang mendapati bapaknya tak membawa serta mobil mainan plastik yang dipesannya. Bagaimana jika besok ia tak bisa berdagang karena uang setorannya kurang malam itu? Ya Allah, berdosa lah hamba mu ini…

Tak lebih dari setengah jam, seseorang masuk ke dalam kantor. Senyumnya yang khas menyapa lembut, “Eh Mbak, rapat nya udah selesai ya?” tanyanya, aku tahu yang dinantinya. Sudah semalam ini, duh… ternyata betapa pentingnya uang lima ribu itu baginya. “Maafkan saya ya mas..,” nyaris bibir ini tak mampu berucap apa pun….

posted by sweetytea on Nop 10

Kalau aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Kalau pakaianku terciprat sup, kalau aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarimu.

Kalau aku berulang-ulang berkata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, janganlah memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku harus selalu mengulang cerita yang telah berulang kali kuceritakan agar kau tertidur.

Kalau aku memerlukanmu untuk memandikanku, janganlah marah padaku. Ingatlah sewaktu kecil, aku harus memakai segala cara untuk membujukmu agar mau mandi.

Kalau aku tak paham sedikit pun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Kalau aku tak dapat berjalan, ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Kalau aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau mendengarkan di sampingku, aku sudah sangat puas.

Kalau kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu, aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini. Sekarang, temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

************************

posted by sweetytea on Okt 4

Dingin udara menusuk tulang…

Tak sedingin hatiku yang membeku kini…

Mengapa prahara ini menimpaku…

Meluluh lantakkan sendi-sendiku…

Nyawa seakan melayang pergi..

Meninggalkan ruh yang tak bergeming..

Jauh sudah langkah ini berlari..

Tak ingin memutar balik haluan..

Ya Allah Ya Rabb..

Prahara apa ini..

Kuhanya bersimpuh di pintu-Mu..

Jagalah Hamba-hamba-Mu nan lemah ini..

****************************************

posted by sweetytea on Sep 7

Apakah Cinta bagai kabut yang hanya datang untuk pergi? Atau hanya bagai pelangi yang indah untuk dilihat Tapi tidak untuk dirasakan? Ketika cinta menyapa, apa yang mesti dilakukan? Cinta itu katanya indah, seindah dunia ini. Cinta itu ibarat bensin yang mampu menggerakkan mesian, ibarat angin yang mampu bergerak super elastis, ibarat matahari yang mampu menerangi alam semesta.

Cinta bagaikan nafas kehidupan. Kapan pun, kisah seputar cinta tak akan pernah habis. Selama mata terbuka, sampai jantung tak berdetak, selama itupun cinta terus ada bersama insan-insan pencinta.

Kehidupan adalah cinta. Cinta yang membuat seseorang tertawa, cinta pula yang membuat seseorang menangis.

Cinta memang penuh warna. Tapi sebagian orang hanya mengenal merah jambunya cinta. Padahal, gelap dan kelabunya cinta pun haruslah dikenal.

Cinta ach Cinta kau ada dimana saja ketika insan sedang berbahagia….

Aku pun pernah dikecewakan oleh cinta dan kini aku berbahagia oleh cinta…

*****************************

* tulisan disela tugas yang menumpuk dan waktu yang tersisa di bulan ramadhan *

posted by sweetytea on Agu 18

Kata wasiat di atas ditulis oleh Ust. M. Fauzil Adhim di halaman pertama buku Indahnya Pernikahan Dini kala itu kuanggap sebagai motivasi agar aku tetap semangat mencari pendamping hidupku. dan aku baru membuktikan kebenarannya saat ini.

Awalnya aku tidak tahu mengapa aku mesti mencari pendamping pria shalih, kalaupun tahu barangkali hanya latah. Kini aku sadar bahwa puncak keindahan di dunia ini bukan saja cinta yang Kau titipkan pada seorang wanita shalihah melainkan juga pada pria shalih.

“Ya Allah… Sekiranya ia semakin mendekatkan aku pada cintaMu, maka itu cukuplah bagiku.” Do’aku yang sering kupanjatkan di pengujung malam. Lambat laun aku mengerti bahwa esensi dari do’aku bukan pada siapa kelak calon pendamping hidupku, melainkan semakin dekatnya aku pada Penciptaku. Sekiranya aku melakukan amalku karena makhlukMu, semoga Engkau menetapkan atas dirinya seorang hamba yang juga mencintaiMu.

Ketika sinyal itu datang, aku menyebutnya kesabaran. Aku merasa semakin dekat dengan Tuhanku, dan aku merasakan tanda-tanda kalau aku menuju arah yang aku mau. Aku menyebutnya nikmat, bukan rintangan.

Aku memiliki keterbatasan. Mataku dapat menipuku, pendengaranku dapat mengelabuiku, langkah kakiku dapat menyesatkanku. Karena itu yang aku butuhkan saat ini adalah petunjuk dariMu. “Benarkah ia adalah pendamping sejati hidupku?” Aku berusaha terus mendekat padaMu dan memohon semoga Engkau berkenan memberi jawabanMu.

Dan ketika bisikan itu kelak datang, tak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang menjadi penghalang. Yang aku tahu adalah siapa Muhammadku pada akhirnya. Aku yang mencintaiMu akan bertemu dengan ia yang juga tulus mencinta-Mu. Insya Allah. Kabulkanlah Ya Allah…

*********************

posted by sweetytea on Jul 27

Alhamdulillah, kalimat asma Allah yang keluar di pagi ini. Kemarin hujan deras turun di bumi Palembang, dan hari ini pun mendung masih bergelayut meneduhi setelah sekian lama penantian dengan sekian lama pengharapan tuk merasakan butiran–butiran air kasih sayang yang turun dari atas langit.

Mendung, kilat, dan guntur menyerta, seperti ingin menumpahkan seluruh rasa, rindu, dan kangennya yang ingin menyetuh bumi sebagai kekasihnya. Subhanallah, puji dan puja hanya kepadaMu atas limpahan segala karunia, segala rahmat, dan atas segala limpahan rizki serta kasih sayangMu kepada kami.

Berpeluh dan panasnya siraman mentari setiap hari seakan sirna, taman di depan rumah pun terkena dampaknya, semua bunga dan tanaman seakan bernyanyi, menari tertiup angin melambaikan tangkainya menyambut sang hujan. Dan semuanya pun bertasbih atas nikmat hari ini.

Butiran–butiran itu segera menyapa keringnya tanah dan bebatuan, menyapa kering pepohonan serta bersilaturahmi dengan sawah–sawah yang memang ingin sekali mengajaknya singgah lebih lama. Memberikan kesuburan, memberikan keuntungan kepada para petani yang gerah dan gelisah menunggu tuk segera kembali mengayuh cangkulnya.

Alhamdulillah…, Alhamdulillah…, Alhamdulillah… Terima kasih ya Allah atas nikmat Hujanmu hari ini.

posted by sweetytea on Jul 10

Sebenarnya sudah lama aku ingin memposting tulisan ini berhubung beberapa minggu ini banyak sekali tugas kantor yang banyak menyita waktuku akhirnya hari ini aku coba luncurkan juga tulisan ini,hehe…

Oh ya berhubung tulisan juga terinspirasi oleh om nya ahza dan juga sista Irma http://bintangtimur.blogdetik.com dan teman-teman lainnya yang selalu menanyakan kabar dan selalu care sama blog Ahza, hiks..hiks (jadi terharu nih…) terima kasih banyak kuucapkan atas perhatian dan persahabatan yang tulus dari kalian… :)

Alhamdulillah…akhirnya selesai juga acara akikah anakku yang diadakan pada hari Minggu tanggal 28 Juni kemarin. Rasanya plong banget, beban berat di pundak kami hilang sudah karena memang baru sekali ini aku dan suamiku merasakan memikul sebuah acara syukuran sendirian karena biasanya kalau ada acara syukuran atau apapun selalu diadakan dirumah orangtua kami jadi secara tidak langsung kami tidak mengurusi segala tetek bengek yang bersangkutan dengan acara tersebut tapi karena kami sudah punya tempat tinggal sendiri dan sekalian juga syukuran karena telah menempati rumah baru.

Memang dari awal melahirkan aku dan suamiku sudah bernawaitu ingin meng-akikahkan anak kami, disamping karena agama juga karena ini adalah anak pertama kami dan sekaligus juga merupakan cucu pertama dari keluarga suamiku. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, tamu-tamupun banyak yang datang walaupun mungkin banyak acara kondangan hari minggu itu tapi ternyata masih disempatkan juga untuk datang ke acara syukuran kami. Terimakasih..terimakasih….hehehe…Berikut adalah beberapa foto-fotonya :

Foto sebelum botak…hehe :)

img_1338

img_1348

Dan… tralaaa…ini Foto sesudah botak… :)

photo167

photo168

“ Cepat besar anakku” semoga kelak engkau menjadi Anak yang dapat dibanggakan orangtua, soleh, berbakti kepada orangtua, Agama dan Masyarakat… Amin… dan Selamat menikmati foto-fotonya ya… :)

posted by sweetytea on Jun 19

Aku gak tahu kenapa akhir-akhir ini aku males banget update Blogku, biasanya sih ada-ada aja cerita atau puisi yang kutorehkan dalam blogku, tapi minggu-minggu ini gak ada inspirasi buatku untuk menulis walaupun kesibukkan kantorku gak begitu sibuk dan banyak waktu senggang tapi entahlah mungkin bosan sudah mulai mengaliri hatiku..

Tapi hari ini aku ingin sekali menulis walaupun gak ada ide, hehe.. yah terpaksa deh hanya tulisan gak bermutu ini aja yang kuupdate walau hanya sekedar coretan aja tapi rasanya rindu akan blogku dan blogwalking mulai terasa kembali…

So…Welcome to my blog….. I’m Back……..  :) :)

************************   

posted by sweetytea on Jun 2

Alhamdulillah.., sujud syukurku pada-Mu Ya Illahi Robbi karunia-Mu atas semua yang telah kumiliki, nama, harta, keluarga, orang-orang yang kucinta serta perjalanan yang sedang kutempuh…

Kuhirup udara pagi dengan kelegaan tak terhingga, umurku beranjak ke angka dua puluh tujuh pagi ini. Tiap kali berulang tahun, renungan demi renungan aku lakukan. Tahun ini, aku terima semua yang terjadi dalam hidupku dengan ikhlas dan tetap berlapang dada, tanpa perlu kecewa ketika menghadapi kenyataan bahwa masih ada keinginanku yang belum terpenuhi. Ya Allah terima kasih, aku diberi kesempatan untuk memperbaiki diriku dan menangkap hikmah dari semua kejadian…

Syukur dan ungkapan terima kasihku kepada Sang Pencipta baik itu dalam hati, lisan maupun perbuatan. Telah tak terhitung betapa banyak nikmat yang diberikan Allah dan betapa malunya aku yang kadang tidak menyadarinya. Betapa dalam dayung kehidupan ini aku telah banyak khilaf dan luput dari syukurku ketika harapan demi harapan sudah banyak terpenuhi.  

 

HR. At-Tirmidzi : “Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.”

Aku sadar bahwa dalam kehidupanku ini Engkau telah tuliskan sebuah pena, garis kehidupan yang kan kujalani kelak, semoga hambaMu ini tetap ada pada jalanMu, selalu berserah diri, sabar dan ikhlas dengan ketentuan-Mu yang pasti indah dan menjadikan sebuah hikmah sebagai satu penggerak perahu kehidupan yang kunaiki saat ini….Amin ya robbal alamin….

 

* Happy B’Day…Mama Ahza….* :)